Memanfaatkan (Sisa) Paralon untuk Rak Helm

 Zaman now (modern) adalah zaman yang identik dengan internet dan plastik. Segala kebutuhan bisa didapatkan secara online melalui jaringan internet. 

Pesan sayur, ikan atau kebutuhan apa saja tinggal "ndulek" (tekan tombol, red) smartphone lengkap dengan layanan internetnya maka apa saja yang dipesan akan datang ke rumah tanpa harus bersusah payah mendatangi gerainya. 

Bahkan kapan hari sempat booming ada orang yang pesan "cewek" bisa secara online pula he..he...

Dulu berbagai kebutuhan baik untuk skala industri maupun rumah tangga sangat bergantung pada bahan yang bernama kayu dan besi. Sekarang orang semakin pintar dan kreatif. Mobil yang bodinya semula terbuat dari bahan plat besi belakangan mulai terdengar mobil berbodi semacam plastik (baca = fiberglass).

Untuk keperluan rumah tangga, misalnya untuk pemipaan (piping) dari saluran (pipa) utama menuju ke rumah-rumah warga pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sepertinya sudah menggunakan pipa dari semacam selang berstandart khusus jadi bukan dari pipa air (pipa leding) yang mungkin dinilai kurang fleksibel. 

Namun untuk pengukur (meter) dan kran yang sudah masuk dalam rumah masih menggunakan sambungan dari pipa leding.

Pipa leding dipandang bukan saja mahal harganya namun juga berat dalam proses pemasangannya. Kita tahu konstruksi pipa leding memang kuat. Untuk membuat sambungan dari pipa leding terlebih dulu harus membuat drat dan itu membutuhkan peralatan khusus (semacam senai) yang harganya cukup mahal. Sehingga penggunaan pipa leding dinilai tidak praktis (simpel) lagi. 

Kini untuk keperluan pemasangan pipa air skala rumah tangga orang sudah terbiasa menggunakan pipa dari bahan semacam plastik yang populer dengan sebutan pipa paralon PVC (Poli Vinil Chlorida).

Pipa paralon dari bahan PVC dengan merek beragam bisa diperoleh dengan mudahnya di toko bangunan. Harganyapun bervariasi sesuai merek (kualitas)nya. 

Membuat rak helm dan gantungan jas hujan dari pipa paralon 

Sebagian orang tak hanya menggunakan paralon untuk keperluan saluran memindahkan air sumur ke dalam tandon yang dipasang di lantai atas rumahnya atau di tempat yang disediakan khusus untuk dudukan tandon. Pipa paralon baru atau sisa pemakaian untuk pemipaan air di rumah bisa saja digunakan untuk keperluan lain seperti untuk rak helm atau tempat hanger (gantungan) jas hujan.

Pemotong paralon (dok.pri)
Pemotong paralon (dok.pri)

Pipa paralon harganya relatif terjangkau, ringan dan mudah dalam pengerjaannya. Untuk merangkainya tidak membutuhkan alat khusus yang mahal harganya. Cukup dengan alat pemotong paralon atau gergaji besi. Bagian satu dengan lainnya cukup dilem dengan bantuan sambungan knee, T, dan sok. 

Sisa paralon yang ada di rumah ukuran tiga perempat inch (3/4 dim) atau beli baru sebatang dengan panjang 4 meter dengan merek apa saja terserah selera Anda, harganya sekitar Rp. 17.000,- sampai Rp. 20.000,-. Untuk ukuran 1 inch (1 dim) harganya lebih mahal, sekitar Rp. 22.000,- perbatangnya. Harga knee, T, dan sok berkisar antara Rp. 2500,- sampai Rp. 3500,- perbijinya.

Untuk menyambung potongan-potongan paralon dengan panjang sesuai kebutuhan diperlukan knee, T atau mungkin sok. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan atau selera Anda. 

Alangkah baiknya beli dalam jumlah lebih banyak tetapi buatlah kesepakatan dengan pihak toko material bangunan bila ada kelebihan barang tapi kondisinya masih utuh (bagus), tidak cacat karena terkena lem paralon atau kesalahan dalam pemasangan bisa dikembalikan untuk ditukar dengan uang kembali. 

Lem pipa paralon (dok.pri)
Lem pipa paralon (dok.pri)

Buatlah potongan-potongan paralon dengan panjang yang memungkinkan untuk menempatkan helm tanpa bersentuhan satu helm dengan helm lainnya. Panjangnya bisa ditentukan sekitar 25-30 sentimeter. 

Butuh knee dan T sebanyak 15 biji untuk rak dengan kapasitas 4 helm serta satu bungkus lem paralon seharga Rp. 8000,-, itupun lemnya masih tersisa. Kebutuhannya akan lebih banyak lagi disesuaikan dengan kapasitas helm dalam rak yang dibuat.

Untuk gantungan (hanger) jaket atau jas hujan (mantel). Potong saja pipa paralon berdiameter 1 dim atau 1 1/2 dim dengan panjang yang memungkinkan jaket atau jas hujan tergantung dengan sempurna (tidak menyentuh lantai) namun tidak perlu terlalu tinggi.

Gantungan jas hujan (mantel) dan jaket cara membuatnya jauh lebih simpel. Butuh beberapa knee dan T saja (tidak lebih dari 10 biji) untuk merangkai potongan-potongan paralon yang dibuat. 

Sisa-sisa pipa paralon di rumah habis dipakai untuk saluran air tak harus dirombengkan atau dilempar ke bak sampah. Bisa dimanfaatkan untuk rak helm, sepatu, gantungan jas hujan (mantel) atau barang-barang bermanfaat lainnya. 

Jika kurang, bahannya bisa didapatkan di toko bahan bangunan dengan harga terjangkau. Rak helm dari bahan pipa paralon bisa dipasang di salah satu dinding bagian depan rumah. 

Selamat mencoba.

Powered by : Fajar Santoso, Amd - Perumda Air Minum Kota Surakarta - 2021